Perspektif

FOLLOW US ON SOCIALS

“Substansi Diri” yang Diam-diam Kita Bentuk Setiap Hari: Tinjauan Psikologi dan Filsafat Islam

Manusia adalah makhluk yang hidup dalam dua dimensi: jasmani dan ruhani. Tubuh jasmani memberi kita kemampuan bergerak, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia; sementara ruhani memberi makna, tujuan, dan arah pada seluruh gerak itu. Keduanya bukan dua entitas terpisah, tetapi dua lapisan yang saling menembus dan membentuk kesatuan keberadaan manusia. Namun di dalam diri manusia yang menyatu itu terdapat tingkatan-tingkatan batin. Kita memiliki pikiran yang terang—yang bisa memilih, menimbang, dan mengambil keputusan. Tetapi di baliknya bekerja…

By
20 Min Read

Kasih Sayang Berbatas, Pria Sejati Tumbuh Tegas

Siapa yang tak mengenal kisah Dayang Sumbi dan Sangkuriang dalam legenda Tangkuban Perahu? Cerita rakyat ini bukan sekadar dongeng, melainkan cermin tentang bagaimana kasih sayang tanpa batas bisa berubah menjadi kabut yang menyesatkan. Dayang Sumbi begitu menyayangi putranya, Sangkuriang. Namun, kasih yang berlebihan tanpa disertai pagar hikmah membuat hubungan ibu dan anak ini melewati batas kewajaran. Ketika Sangkuriang dewasa, ia justru jatuh hati pada ibunya sendiri, sebuah tragedi yang lahir dari cinta yang tak lagi…

9 Min Read

Perlukah Generasi Z Khawatir Dengan Otomatisasi Pekerjaan?

Bagaimana dunia kerja berlangsung di masa yang akan datang? Mungkin humanoid-robot akan lalu lalang di sekitar kira. Ada dimana-mana. Laporan dari McKinsey Global Institute, misalnya, memprediksi bahwa 30% pekerjaan di seluruh dunia berpotensi terotomatisasi pada tahun 2030. https://www.tiktok.com/@enrobot.lab/video/7549108506129861901 Mesin-mesin otomatisasi, baik berupa humanoid robot atau yang lainnya, mampu bekerja tanpa henti. Mereka bakal mengelola berbagai aktivitas manufaktur, hingga gudang dan logistik. Algoritma-algoritma mengambil alih penulisan berbagai berita, dan berbagai agen kecerdasan buatan menganalisis data-data keuangan…

By
6 Min Read

Menggugat Intimidasi: Dari Rumah, Kantor, hingga Dogma

Intimidasi adalah realitas yang kerap hadir di sekitar kita, meski tidak selalu disadari. Ia bisa muncul dalam bentuk kata-kata tajam, nada tinggi, sikap merendahkan, hingga aturan tidak tertulis yang membuat seseorang merasa kecil, salah, atau tidak berharga. Ironisnya, intimidasi sering tumbuh di ruang yang seharusnya aman: rumah, kantor, bahkan lingkar keyakinan. Rumah sejatinya adalah tempat pulang, ruang aman di mana setiap anggota keluarga merasa diterima. Namun, tidak sedikit rumah tangga justru menjadi ladang intimidasi. Kata-kata…

8 Min Read

Bank Wakaf dan Laboratorium Bisnis, Mungkinkah?

Menyedihkan! Calon-calon penganggur, calon-calon dhu’afa, dan orang-orang miskin terus meningkat dari tahun ke tahun seiring pertumbuhan manusia. Sungguh menyedihkan sekali, yang menghadapi problem sosial ini sebagian besar justru kita umat...

By
14 Min Read

Apakah Gelar Akademis Masih Relevan Di Era Dominasi Keterampilan Digital?

Bayangkan skenario ini: Anda melamar kerja di sebuah perusahaan teknologi ternama. Resume Anda mencantumkan gelar Master Teknik Informatika dari suatu universitas bergengsi. Namun, portofolio digital Anda – yang seharusnya jadi bukti kemampuan Anda – terlihat kurang mengesankan. Apakah gelar Anda itu bisa mengalahkan kandidat lain yang punya keterampilan digital lebih mumpuni, meski nggak ada gelar akademis formal? Pertanyaannya memang, masihkah gelar akademis ini penting di tengah arus gelombang besar revolusi digital. Ya, kita saat ini…

By
5 Min Read

Antara Refleksi dan Disiplin: Sintesis Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman dan Semi-Militer

Outward Bound dan Adventure Based Learning Pada era Perang Dunia II, Kurt Hahn, seorang pendidik Jerman yang kemudian menetap di Inggris, mendirikan Outward Bound School di Aberdovey, Wales (1941). Tujuan awalnya adalah untuk melatih para pelaut muda agar memiliki ketahanan fisik, mental, dan keberanian menghadapi kondisi laut yang keras. Metode yang digunakan Hahn bersifat simulasi nyata—peserta ditempa melalui kegiatan fisik berat, petualangan di alam bebas, latihan bertahan hidup, hingga kerja sama tim. Simulasi ini bukan…

10 Min Read

Setiap Perbuatan Kita Memiliki “Wujud Nyata”

[caption id="attachment_5052" align="aligncenter" width="1024"] Ilustrasi Oleh: Google AI-Studio[/caption] Seperti apa wajah asli jati diri kita sebenarnya? Ya, wajah batiniah kita. Wajah ukhrawi kita. Seperti apakah ia? Apakah masih berwajah manusia,...

By
12 Min Read

Etnosentrisme: Antara Identitas Budaya dan Penghambat Harmoni Sosial

Bangsa Indonesia baru saja merayakan Hari Kemerdekaannya. Sudah 80 tahun merdeka sebagai bangsa yang berdaulat, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan dapat hidup berdampingan dengan damai dalam ikatan yang kuat, dalam bingkai “ Bhinneka Tunggal Ika “. Keberagaman masyarakat Indonesia (suku, agama, budaya, bahasa) menjadi kekuatan bagi bangsa ini untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi yang tertuang dalam mukadimah Undang-undang Dasar tahun 1945. Dibalik kekuatan tersebut, potensi untuk terjadinya perpecahan siap mengancam jika pandangan etnosentrisme tidak…

8 Min Read

Akankah AI Merampas Masa Depan Karir Kita?

Bayangkan dunia kerja sepuluh tahun dari sekarang. Robot mengerjakan tugas-tugas rutin, algoritma membuat keputusan strategis, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi rekan kerja, bahkan atasan, kita. Mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi realitasnya jauh lebih dekat daripada yang kita kira. Pertanyaan besarnya bukanlah apakah AI akan mengubah masa depan karir profesional, tetapi bagaimana perubahan ini akan terjadi, dan bagaimana kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi konsekuensinya? Perubahan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Kita hidup dalam…

6 Min Read

Soft Living: Menikmati Hidup, Bukan Dikejar Hidup

Di tengah riuhnya dunia yang serba cepat, di mana keberhasilan sering diukur dari seberapa banyak pencapaian yang kita raih dan seberapa sibuk kita terlihat, muncul sebuah arus baru yang mengalir lebih pelan: soft living. Gaya hidup ini mengajak kita untuk tidak sekadar hidup, tetapi menikmati hidup. Bukan berarti menolak kerja keras, melainkan mengatur ritme agar kita tidak terjebak dalam hustle culture, budaya yang memuja kesibukan dan menganggap sibuk sebagai tanda sukses. Menurut pakar psikologi Setyawati…

8 Min Read

Jejak Kata, Jejak Jiwa: Mengapa Profesional Perlu Menulis

INTELEKTUALTUAL PUBLIK – Senin (11/08/2025) - Artikel berjudul “Jejak Kata, Jejak Jiwa: Mengapa Profesional Perlu Menulis” ini ditulis oleh Jumari Haryadi: seorang penulis, pegiat literasi, dan konten kreator. Penulis tinggal di Desa Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Menulis adalah kerja sunyi yang gaungnya bisa terdengar jauh melampaui dinding ruang kerja kita. Banyak orang mengira bahwa belajar menulis hanya untuk mereka yang bercita-cita menjadi penulis, padahal sejatinya menulis adalah keterampilan universal yang layak dimiliki…

10 Min Read
WA Follow Us