Perspektif

FOLLOW US ON SOCIALS

Bertahan Waras di Tengah Zaman yang Riuh

Dari Energi Negatif, Algoritma, hingga Seni Memilah Sembilan bulan sudah 2026 berjalan. Tahun yang pada awalnya kita sambut dengan harapan, resolusi, dan doa, kini perlahan memasuki penghujung September. Namun, semakin jauh tahun ini berjalan, semakin terasa bahwa tantangan manusia modern bukan semata bagaimana bertahan hidup, melainkan bagaimana tetap waras di tengah kehidupan yang terlalu ramai. Belum sempat memahami satu persoalan, sudah datang persoalan lain yang meminta perhatian. Ponsel berbunyi, notifikasi masuk, video pendek berganti video…

6 Min Read

Saatnya Rakyat Mengambil Kembali Panggung

Ada saat ketika sebuah kegelisahan tidak lagi cukup disimpan sebagai percakapan pribadi. Ia perlu dituliskan. Bukan karena satu orang. Bukan karena satu pemerintahan. Bukan pula karena satu kejadian tertentu. Tulisan ini lahir dari kegelisahan melihat sebuah kecenderungan yang semakin mudah ditemukan dalam kehidupan publik: ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ง๐˜ช๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜บ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข. Kita melihat nama…

20 Min Read

Keluar Dari Kutukan Sumber Daya Alam

Kedaulatan Fiskal untuk Anak Cucu (renungan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia) --- oleh Budhiana Kartawijaya Pada usianya yang ke-81 ini, tanah air kita masih berselimut duka. Kemiskinan makin menjalar, jumlah kelas menengah turun. Sementara kesenjangan ekonomi makin menganga. Padahal Indonesia adalah negara terkaya di dunia dari segi sumber daya alam. Di Morowali, Weda Bay, dan Mimika, truk-truk raksasa menggerus jalan demi mengangkut nikel dan tembaga ke pelabuhan dalam nilai triliunan rupiah. Sementara di balik pagar konsesi…

14 Min Read

Mengukur Hidup dengan Timbangan Manfaat

"Kita mencari nafkah dari apa yang kita peroleh, tetapi kita membangun kehidupan yang bermakna dari apa yang kita berikan." โ€” Winston Churchill   Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kita bangun pagi, menjalankan profesi, mengembangkan usaha, mengejar target, dan berharap memperoleh penghasilan yang cukup. Tidak ada yang salah dengan itu. Nafkah adalah kebutuhan dasar manusia. Tanpa penghasilan, sulit bagi seseorang memenuhi kebutuhan diri maupun keluarganya. Namun Winston Churchill mengingatkan bahwa hidup tidak berhenti pada…

5 Min Read

Saat Janji Tak Lagi Bernilai dan Menggerogoti Kepercayaan

Belakangan ini kita semakin sering menjumpai fenomena yang mengusik kehidupan sosial, keluarga, organisasi, maupun dunia usaha ketika orang dengan mudah mengucapkan janji, tetapi sulit menepatinya. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 07.30 baru berlangsung dua jam kemudian karena panitia memilih menunggu pejabat yang terlambat datang. Pertemuan bisnis yang telah disepakati bersama mendadak berubah karena salah satu pihak tidak menjalankan komitmennya. Agenda keluarga yang sudah direncanakan, tiba-tiba berubah secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi anggota keluarga lain.…

7 Min Read

Negeri yang Tak Pernah Sepi

    Indonesia bukan negeri yang lahir dari keheningan. Ia tumbuh dari dentuman sejarah, dari darah, doa, dan perdebatan panjang tentang arah masa depan. Sejak proklamasi 1945, tongkat kepemimpinan telah berpindah dari tangan ke tangan, dari Soekarno hingga kini di bawah Prabowo Subianto. Namun satu hal yang seakan tak pernah berubah bahwa setiap rezim selalu diiringi kegaduhan, gejolak, bahkan upaya menggoyang kekuasaan. Sejak awal, Indonesia tidak dibangun di atas fondasi yang tenang. Setelah kemerdekaan, bangsa…

5 Min Read

Keseimbangan yang Sering Terlupakan

Di tengah dunia yang bergerak cepat, banyak orang memaknai kesuksesan dengan ukuran yang sederhana yaitu dengan ย jabatan tinggi, penghasilan besar, rumah megah, atau popularitas. Ukuran-ukuran itu memang mudah terlihat dan sering menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang di mata masyarakat. Namun, semakin banyak orang yang kemudian menyadari bahwa keberhasilan yang hanya diukur dari materi sering kali meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan batin. Sukses secara holistik bukan hanya tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi juga tentang seberapa…

6 Min Read

Merawat Idealisme dengan Kacamata Realistis

Ada anggapan yang kerap beredar di tengah masyarakat, bahkan menjadi semacam bisikan sinis bahwa semakin seseorang realistis, semakin ia harus menanggalkan idealismenya. Realistis seolah identik dengan kompromi, kepasrahan, bahkan pengkhianatan terhadap mimpi-mimpi besar. Padahal, ย โ€œRealistis tidak harus membunuh idealisme. Justru gagasan besar akan lebih bermakna ketika berpijak kepada pemahaman nyata tentang kondisi manusia dan lingkungan sekitar.โ€ Pernyataan ini sederhana, tetapi menyimpan kedalaman makna. Ia mengajak kita untuk tidak terjebak pada dikotomi semu antara realistis dan…

6 Min Read

Di Perut Bumi, Soekarno Menitipkan Kedaulatan

Pagi ini saya menerima kiriman video berdurasi 5 menit 12 detik dari senior saya, teman diskusi dalam banyak hal. Kali ini tentang Nasionalisme Bung Karno dalam menjaga harga diri bangsa dari upaya-upaya dikuasai oleh bangsa asing, termasuk tentang pengelolaan segala yang terkandung dalam perut bumi. Pernyataan Bung Karno yang sangat populer dan sering dikutip dalam berbagai tulisan itu mengingatkan kita pada perdebatan tentang tambang, hilirisasi, investasi asing, dan eksploitasi sumber daya alam kembali mengemuka. โ€œAku…

7 Min Read

Dari Pengenalan Diri Menuju Keteguhan Jiwa

    Di tengah dunia yang gaduh oleh tuntutan keberhasilan, pencitraan, dan kecepatan, manusia sering kali diajak mengenal segala hal, kecuali dirinya sendiri. Kita diajari menguasai ilmu, strategi, dan teknologi, tetapi jarang diajak berhenti sejenak untuk bertanya: siapakah aku sebenarnya? Padahal, sebagaimana diingatkan Quraish Shihab dalam bukunya โ€œYang Hilang dari Kita: Akhlakโ€, pengenalan diri merupakan pintu awal menuju kedewasaan ruhani dan keteguhan jiwa. Ungkapan โ€œketahuilah dirimu dengan dirimuโ€ bukanlah ajakan yang sederhana. Ia menuntut keberanian…

8 Min Read

Bencana Panggilan Spiritual untuk Menyadari Hubungan Manusia dengan Alam

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan bencana ekologis di berbagai propinsi banjir berulang di wilayah pesisir dan perkotaan, longsor di daerah dataran tinggi dan pegunungan, kekeringan berkepanjangan, abrasi pesisir, dan erosi tanah yang semakin parah. Terakhir bencana alam banjir bandang di akhir bulan November 2025, melanda 3 Propinsi di Pulau Sumatera, yaitu Propinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sudah banyak liputan yang menayangkan tragedi ini melalui berbagai media yang ada di Tanah Air…

9 Min Read

Ekoteologi dan Ketahanan Iklim

Perubahan iklim bukan lagi wacana abstrak yang hanya dibahas dalam konferensi Internasional. Ia telah menjadi realitas sehari-hari yang kita rasakan melalui cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, gagal panen, hingga meningkatnya penyakit berbasis lingkungan. Situasi ini mengingatkan kita bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan ilmiah atau teknis, tetapi juga persoalan nilai, etika, dan spiritualitas manusia dalam memperlakukan bumi. Dalam konteks inilah muncul sebuah pendekatan yang semakin sering dibicarakan yaitu ekoteologi. Pendekatan ini menghubungkan ajaran agama, nilai spiritual,…

7 Min Read
WA Follow Us