Sekolah Calon ‘Orang Tua’

Maya A Pujiati
320 Views
2 Min Read
Ilustrasi Oleh: Google AI-Studio

Menjadi orang tua seringnya hanya akibat alamiah, karena sebuah pasangan menikah dan kemudian punya anak. Oleh karena itu, persiapan untuk menjadi orang tua mungkin hanya sedikit orang yang melakukannya dengan matang sebelum menikah.

Kejutan demi kejutan saat pertama kali menjadi ayah atau ibu seringkali tak terbayangkan sebelumnya. Pada beberapa pasangan kejutan-kejutan tersebut bisa dilalui dengan lebih santai karena mereka sudah memiliki dasar-dasar pengetahuan sebelum anak lahir. Akan tetapi, pada banyak pasangan, ternyata menghadapi anak-anak, terlebih untuk mendidik mereka cukup membuat repot karena mereka sangat awam tentang hal tersebut.

Bagaimana mengatasi persoalan itu? Sekolah untuk Calon Orang tua nampaknya perlu juga didirikan. Meski bukanlah sebuah sekolah formal, namun setidaknya berupa komunitas belajar orang tua (Learning Community for Parents) agar setiap pasangan yang baru menjadi orang tua memiliki bekal untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Contoh kecil, seperti bagaimana menstimulasi gerak fisik bayi seringkali luput dari pengetahuan pasangan baru. Banyak orang tua mempergunakan baby walker pada saat bayi masih berusia 5 atau 6 bulan. Harapannya, supaya bayi bisa bergerak leluasa di tengah keterbatasan fisik mereka yang masih belum bisa berjalan. Akibatnya, banyak bayi pengguna alat itu justru mengalami hambatan dalam merangkak dan lambat bisa berjalan.

Penemuan terbaru menunjukkan bahwa stimulasi motorik kasar yang lebih ampuh justru dengan membiarkan bayi kita mengekplorasi ruangan tanpa bantuan alat apapun. Biarkan mereka merayap, merangkak, dan kemudian belajar berjalan di atas lantai dengan leluasa. Mereka mungkin sesekali terantuk ke lantai, jatuh, atau kepalanya membentur dinding. Kita tidak perlu khawatir secara berlebihan, karena sesungguhnya hal itu sangat berguna bagi mereka untuk menempuh setiap tahapan perkembangan motoriknya.

Calon orang tua semestinya memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar seperti itu sebelum anak lahir. Kalau sekolah untuk itu belum banyak didirikan, siapa tahu Anda terinspirasi untuk mendirikannya di lingkungan terdekat.

Salam pendidikan!

Tentang Penulis

Penulis telah menerbitkan 11 buku nonfiksi anak dalam berbagai tema, buku nonfiksi dewasa, serta menulis banyak artikel bertema pendidikan melalui media cetak maupun media online.
Penulis telah menerbitkan 11 buku nonfiksi anak dalam berbagai tema, buku nonfiksi dewasa, serta menulis banyak artikel bertema pendidikan melalui media cetak maupun media online.
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WA Follow Us